Ingkar Janji Pembangunan Tugu Sangnaualuh
SIANTAR, JAM 11.05 WIB
Gelar walikota pembohong kembali disandang Walikota Siantar periode 2010-2015, Hulman Sitorus SE. Gelar itu diberikan karena Hulman dianggap tak menepati janjinya untuk membangun tugu Raja Siantar, Sangnaualuh Damanik.
Gelar walikota pembohong kembali disandang Walikota Siantar periode 2010-2015, Hulman Sitorus SE. Gelar itu diberikan karena Hulman dianggap tak menepati janjinya untuk membangun tugu Raja Siantar, Sangnaualuh Damanik.
Hal itu disampaikan puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pematangsiantar Tolak Pembohongan (AMPTP) di depan kantor Walikota Siantar, Selasa (22/9) jam 11.05 wib. “Hanya menghargai leluhur Raja Siantar tidak bisa. Berarti Pemko telah membohongi leluhur Siantar, di mana Walikota Siantar, Hulman Sitorus telah berjanji membangun tugu Raja Siantar, yaitu Raja Sangnaualuh Damanik,” teriak koordintor aksi massa, Toni Damanik.
Orator lainnya, Jen Cokra Sipayung menyebutkan bahwa mereka turun ke jalan untuk menagih janji Hulman Sitorus sebagai Walikota Siantar. “Dia sudah berjanji, tapi sampai hari ini tidak ada tugu Raja Sangnaualuh sebagai pendiri Kota Siantar,” ujarnya.
Selanjutnya, Jen saat membacakan pernyataan sikap aksi, menceritakan bahwa pada 24 April 2012 lalu, tepatnya perayaan ulang tahun Siantar, Hulman berjanji akan membangun tugu Raja Siantar sebagai bentuk penghormatan walikota dan warga Siantar kepada pahlawannya.
Namun, lanjut Jen, hingga saat ini Hulman tak dapat merealisasikan pendirian tugu pahlawan Siantar ini. Padahal Hulman telah menegaskan, tugu tersebut sudah terbangun sebelum akhir masa jabatannya, yakni hari ini, Rabu tertanggal 23 September 2015.
“Seakan ingin membuktikan janjinya, serius memenuhi ucapannya, walikota mengukuhkan panitia pembangunan, bahkan sudah melakukan batu pertama yang menelan anggaran 200 juta,” ujar Jen yang tak lupa meminta maaf kepada warga pengendara yang terganggu akibat aksi mereka.
Setelah dilakukan peletakan batu pertama, kata Jen, sempat ada ada tarik ulur antara panitia mengenai lokasi pembangunan tugu. Di mana sebelumnya, ditetapkan di segitiga dekat taman makam pahlawan, akhirnya dipindah menjadi di taman bunga depan kantor walikota. “Namun sampai hari ini tak kunjung dibangun. Waktu terus bergulir, selama 3 tahun berjalan janji walikota itu seakan hilang ditelan angin. Apa yang diungkapkan, Walikota Siantar, Hulman Sitorus yang masa kepemimpinannya berakhir 23 September 2015, hanya isapan jempol dan sebuah pembbohongan. Terbukti, sampai saat ini tugu dimaksud belum dibangun.
Hal ini merupakan sebuah pelecehan, bukan saja kepada rakyat, tapi Hulman juga telah melecehkan leluhur pendiri kota ini. “Apakah kita sebagai rakyat Siantar tutup mata dengan hal ini? Apakah kita terima dibohongi, dan leluhur pendiri kota ini dilecehkan?” teriaknya.
Atas dasar itu, lanjut Jen, demi memperjuangkan penghormatan bagi leluhur Kota Siantar, Walikota Siantar diminta untuk menepati janjinya 3 tahun silam itu. Dari depan kantor walikota, puluhan massa yang membawa poster karton itu bergeser ke lokasi awal pembangunan tugu Raja Siantar, di segitiga dekat Taman Makam Pahlawan.
Di lokasi ini, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Simalungun (BEM USI), Milion Bangun berorasi dan kemudian menabur semen di lokasi peletakan batu pertama. “Secara simbolis kami menabur semen ini, tanda sebagai pembangunan dimulai. Kita tidak terlalu berharap lebih kepada pemerintah, karena masyarakat juga mampu membangun patung pahlawan siantar ini,” ujar Milion sembari menaburi semen ke lobang bekas peletakan batu pertama.
Setelah itu, puluhan massa AMPTP tampak mendirikan baliho bertuliskan, ‘Di sini telah diletakkan batu pertama pembangunan tugu Raja Sangnaualuh Damanik’. Secara terpisah, Ketua panitia pembangunan tugu Sangnaualuh Damanik, Zainal Purba ketika dikonformasi terkait kendala pembangunan tugu yang tak kunjung terealisasi via selular menjawab bahwa dirinya sedang rapat.
Selanjutnya, saat dimintai penjelasan lewat SMS, Zainal menyebutkan bahwa dirinya sedang berada di luar kota.
“Mohon maaf saya lagi di Jakarta, jadi nggak bisa saya jelaskan melalui sms, nantilah setelah saya pulang ya….,” demikian jawaban Zainal lewat pesan singkat.
“Mohon maaf saya lagi di Jakarta, jadi nggak bisa saya jelaskan melalui sms, nantilah setelah saya pulang ya….,” demikian jawaban Zainal lewat pesan singkat.



