Kemampuan Dalam Pemahaman

Kemampuan Dalam Pemahaman.
------------------------------------------
Sekedar Analisa terhadap teori Kepahaman.
Kemampuan dalam memahami suatu biasanya diawali dengan kemampuan membaca materi, karena kemampuan membaca materi sangat menentukan kemampuan sebuah pemahaman, sama halnya ketika seorang mampu memenangkan sebuah peperangan tentu hal ini harus diawal oleh kemampuan membaca medannya. Nah untuk meningkatkan kepahaman dalam membaca sebuah materi, disini paling tidak harus didukung dengan beberapa faktor :
1. Potensi Skematis
Teori ini merupakan representasi bentuk dari seperangkat persepsi, ide, dan aksi yang diasosiasikan, dan merupakan dasar pembangunan sebuah kemampuan pemikiran dan merupakan bagian dari pengetahuan awal yg menyediakan interpretasi bermakna tentang bebebrapa konten.
Teori ini disebut oleh Imam Ghazali dengan istilah kemampuan Alam Hayal (Energi Memoric), yang dapat memetakan sebuah konsep dari apa yang dilihat, didengar dan dirasa oleh sesoarang. Pokus indra pengelihatan dan pendengar bahkan perasa, biasanya menjadi sumber terciptanya sebuah lintasan pemikiran di alam hayal, yang pada saat tertentu dapat dikembalikan menjadi suatu gambaran konsep pemikiran.
Misalnya ketika anda melihat :"CABE" maka kekuatan alam hayal akan merekam pokus penampakan CABE, terekam di alam hayal, lalu jika CABE itu dibuang, tentu anda akan tetap dapat menggambarkan apa itu CABE, baik bentuknya maupun warnanya, kenapa, itu karena kekuatan potensi skematis di alam hayal itu (energy memoric) telah aktif dan setiap manusia seharusnya sudah mempunyai potensi ini.
Namun pada tahapan ini anda belum disebut : "MENGENAL CABE". jika anda belum merasakan CABE itu sendiri dan posisi anda pada saat itu (kepahaman anda) masih berada pada tahapan TAHU, belum berada pada tahapan MENGENAL. Tetapi Jika anda telah merasakan bagaimana RASA CABE itu, artinya kepahaman anda sudah berada pada tahapan pemahaman sempurna.(Kepahaman Dalam Pemahaman).
Eksistensi orang yang paham terhadap suatu materi, diekspresi pada sikap kehatian-hatian, diam tak banyak umbar bicara, menghargai pendapat orang lain, tajam analisanya, tidak ragu, tidak bimbang, tidak bingung dan selalu berpikir jernih. Sebaliknya ekspresi orang-orang yang belum paham biasanya diapresiasikan dengan sikap gegabah dalam menyimpulkan, ragu, penasaran, bimbang, bingung sendiri dan akhirnya terlalu cepat menyalahkan.
Belajarlah memahami sesuatu dengan metode filosofi, atau dengan metode lainnya, agar kemampuan pemahaman anda benar-benar dapat diacungi jempol? Coba perhatikan makna : IQRA (Baca) tatkala Nabi menerima wahyu pertama, mungkinkah Nabi tak pandai membaca??? padahal IQRA itu bahasa arab, bahasa sehari-hari Nabi, harus ada pemahaman disana.
Maksudnya bagi kita : BACA yang tersurat (ekpisit) dan baca yang tersirat (inflisit) ketika memahami sesuatu.
Share this article :
Print PDF

My Candidat

My Candidat
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. POSKO JR-AM - All Rights Reserved
mastemplate
Distributed By Blogger Templates | Design By Creating Website