BIAR SIMALUNGUN MAKIN MANTAP.....LANJUTKAN?? OKE??
-----------------------------------------------------------------------------
Analisa Terhadap Makna Pidato Persuasif JURKAM.
-----------------------------------------------------------------------------
Analisa Terhadap Makna Pidato Persuasif JURKAM.
Makna tindak-tutur dalam pidato kampanye dan teks-teks ujaran yang digunakan dalam media kampanye, akan sulit dipahami jika kajian pragmatik tidak digunakan. Teks iklan politik misalnya, walaupun secara konteks iklan-iklan itu memiliki maksud yang sama yakni ajakan untuk mencoblos nomor urut partai dan sosialisasi logo partai.
Misalnya, teks ujaran yang pernah digunakan oleh pasangan CAPRES dan cawapres berbunyi “BERSAMA KITA BISA” tidak berarti apa-apa, jika pembaca tidak mengenal konteksnya. Dengan demikian, maka teori pragmatik dalam kajian makna tindak tutur tidak dapat diabaikan. Berikut pandangan para linguis tentang pragmatik sebagai dasar untuk mengkaji makna.
Pidato dapat diklasifikasi menjadi lima macam, yakni: assertives/representatives, commissives, expressives, declarative dan. Directives. Di dalam tulisan ini, penulis akan mendeskripsikan keterlibatan tuturan persuaif yang digunakan oleh para Jurkam pemilihan bupati dan wakil bupati di SIMALUNGUN pada tahun 2010. Tuturan tersebut dikaji berdasarkan prinsip-prinsip pragmatik dan tindak-tutur yang dikemukakan di atas.
1.Tuturan-Persuasif dalam Tindak-Tutur assertives
Tindak-tutur „assertive‟ atau representatives (Searle, 1975a) ialah tindak-tutur yang mengikat penuturnya terhadap kebenaran proposi yang dikatakan. Tindak-tutur ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti “menyatakan” (state), “menyarankan” (suggest), “membual” (boast), “mengeluh” (complain), “mengklaim/mengecam” (claim), “melaporkan” (report), dan “mengingatkan” (warn)
Tindak-tutur „assertive‟ atau representatives (Searle, 1975a) ialah tindak-tutur yang mengikat penuturnya terhadap kebenaran proposi yang dikatakan. Tindak-tutur ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti “menyatakan” (state), “menyarankan” (suggest), “membual” (boast), “mengeluh” (complain), “mengklaim/mengecam” (claim), “melaporkan” (report), dan “mengingatkan” (warn)
Salah satu contoh tindak-tutur jenis ini adalah sebagai berikut :
A. Pemberitahuan Tim Sukses (JURKAM)
Tim Sukses JR-NURIATY : “Para undangan yang kami hormati, khususnya masyarakat SIMALUNGUN: Pada hari ini, tanggal 10 Mei 2005, adalah kampanye akbar Pak JR-NURATY yang akan memimpin SIMALUNGUN 2005-2010.
Tim Sukses JR-NURIATY : “Para undangan yang kami hormati, khususnya masyarakat SIMALUNGUN: Pada hari ini, tanggal 10 Mei 2005, adalah kampanye akbar Pak JR-NURATY yang akan memimpin SIMALUNGUN 2005-2010.
"ASE SIMALUNGUN LAMBIN JENGES MANTAP...TORUSKON NASIYAM"



